MY MIND, MY UTTERANCE AND MY ACTION

Get the Flash Player to see this rotator.

Freedom to Share...
Unlimited Communication and Friendship..

I will be happy..
If I can make the others happy...

KISS OF DEATH

30 December 2007

under: Islam

Oleh: Iswan Mohammad Isa

“dan apabila mereka berjumpa dengan orang beriman,mereka berkata “kami telah beriman ” apabila mereka kembali bersama dengan setan-setan mereka ,mereka berkata “sesungguhnya kami bersama kamu,sesungguhnya kami hanya memperolok” ( Al-Baqarah 2:14 ).

Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka:”Orang yang akan kucium,itulah Dia,tangkaplah Dia…
(Matius 26:48 Lihat Markus 14:44,Lukas 22:48).

Kita tidak tahu kenapa protein ubiquitin sebagai detektor protein yang diketemukan oleh Aaron dan Avram yang memenangkan Nobel Kimia tahun 2004 disebut “Kiss of Death”.Mungkin karena protein ini mampu memilih dan memberikan tanda bagi protein-protein yang dianggap tidak berguna agar dapat dihilangkan dan dihancurkan.
Demikian juga ketika kita menyaksikan tayangan God Father misalnya,saat seorang Mafioso yang akan dieksekusi selalu terlebih dahulu diberikan “Kiss of Death” berupa pelukan atau ciuman dari God Father dan setelah itu baik dilakukan sendiri atau melalui yang lain anggota tersebut kemudian dieksekusi.

Dalam sejarah agama - agama besar banyak yang dapat kita kategorikan sebagai Kiss of Death.Yudas Iskariot misalnya, tatkala memberikan tanda kepada tentara Pontius Pilatus, memberikan ciuman kepada Nabi Isa as agar para Imam Besar Yahudi yang tidak mengenal Nabi Isa as dapat menangkapnya..Pada hal saat menciumnya,Yudas menyebut dengan panggilan yang sangat hormat, Guru,Rabbi.Orang yang melihat tidak dapat membedakan apakah yang dilakukan orang semacam Yudas dengan maksud baik atau tidak.Nabi Isa as selaku Utusan Allah mengetahui perbuatan ini dan berkata:”Hai teman, untuk itukah engkau datang? ( Matius 26:50).

Dalam sejarah Islam, Kiss of Death ini dipraktekkan oleh kaum munafik sebagaimana disebutkan Surah Al-Baqarah 2:14.Kaum ini sangat berbahaya dan sukar dideteksi dan dimana-mana dapat melakukan gaya Kiss of Death,”apabila dia berkumpul dengan orang yang beriman,mereka berkata kami beriman,apabila mereka kembali bersama setan-setannya,mereka berkata sesungguhnya kami bersama kamu,sesungguhnya kami hanya memperolok ( Al-Baqarah 2 : 14).

Sifat ini sesuai dengan sebutannya “munafik” yang berasal dari kata “nafak” yang artinya tempat persembunyian yang halus dan sukar diketahui yang dibuat untuk menyelamatkan diri dari musuh atau yang dianggap membahayakan.Kiss of Death adalah salah gaya lain dari apa yang disebut sebagai munafik.Gaya seperti ini sukar diidentifikasi.Kita tidak tahu yang ditampilkan apakah pesan-pesan atau tanda - tanda kehidupan dan harapan atau sebaliknya merupakan pesan-pesan atau tanda - tanda kematian dan kehancuran.

Apakah itu sebuah rumus kimia dari protein ubiquitin,atau apakah dia seorang God Father dari kelompok Mafia,atau seorang Yudas Iskariot yang merupakan salah seorang murid Nabi Isa as,atau kaum munafik semasa Rasulullah saw,yang jelas semuanya menggunakan gaya Kiss of Death ,sebuah gaya permainan tanda( Game of Sign ) dan atau pesan untuk mengisolasi, mengalihkan perhatian atau menghancurkan atau menghilangkan seseorang,sesuatu atau sebuah keadaan yang dianggap dapat membahayakan eksistensinya atau untuk membela kepentingan pribadinya.

Berbicara tentang permainan tanda dalam kaitan terhadap Kiss 0f Death diatas, ada beberapa jenis penyimpangan yang dapat kita jadikan acuan dalam melihat realitas kekinian yang berkembang dewasa ini dalam masyarakat kita.

Pseudo Sign (tanda palsu)
Yang dimaksud adalah tanda yang berpretensi gadungan atau bersifat tiruan yang mereduksi aslinya serta menyembunyikan yang sebenarnya.Gaya Kiss of Death seperti ini dapat menyesatkan seseorang dalam menilai sesuatu yang menyangkut realitas.Kita tidak tahu lagi antara orang miskin dan kaya,antara orang pintar dan bodoh,antara mana lawan dan mana kawan,antara hasrat dan kesucian,antara demokrasi dan anarki.Dalam konteks ini,masyarakat tidak tahu lagi kriteria dalam menentukan pilihannya,baik dalam dunia politik,sosial,maupun budaya dan semua itu telah menjadi rancu (Baudrillard 1981:11)

False Sign( Tanda menipu)
Yaitu tanda dengan penanda yang salah dengan asumsi jika tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran maka tanda juga dapat digunakan untuk menipu atau berbohong(Berger 1984:67).Dalam konteks agama,kita sering mendengar pengalaman seseorang yang diperlihatkan tanda-tanda seperti Ka’bah,dapat mengalami ekstasi (pengalaman bathin) namun pada kenyataannya hanya palsu dan terkadang yang dipandang sebenarnya obyek biasa bahkan ada yang dalam realitas yang sebenarnya merupakan tempat yang kurang pantas.Dalam hal ini Rasulullah saw pernah bersabda bahwa Mubasysyarah yaitu ru’yah yang berupa pandangan,mimpi atau pengalaman lain dapat datang dari Allah atau illusi atau dari syaitan/jin.
Dalam konteks pengambilan keputusan sering seorang atasan diberikan data-data yang menipu,laporan dan statistik yang menyesatkan sehingga kebijakan yang diambil dapat mengakibatkan kerusakan atau menghancurkan dan semua itu dapat merusak citra atasannya.Dan sebaliknya,banyak juga pejabat publik yang memberikan informasi kepada publik dengan data dan harapan yang tidak sesuai dan hanya dalam rangka menyenangkan publik.

Recycled Sign ( Tanda Daur Ulang ) Yaitu tanda yang sudah digunakan dimasa lalu dalam konteks ruang,waktu dan tempat tertentu kini digunakan kembali untuk berbagai kepentingan dan dapat digunakan secara negatif untuk menipu atau memberikan kepercayaan yang lebih besar lagi dari tanda yang diperoleh sebelumnya. Orang yang menyalin data atau seperti plagiator sebuah tulisan adalah Daur Ulang Negatif karena tanda itu adalah merk orang lain.Dalam konteks Otonomi Daerah,sebuah keberhasilan peningkatan PAD misalnya yang dilakukan oleh Kabupaten/Kota kemudian dipakai oleh Propinsi sebagai keberhasilan Propinsi adalah sebuah Daur Ulang Negatif karena yang digunakan bukan kinerja Propinsi.Jadi semua tanda yang di Daur Ulang apabila tidak sesuai menggambarkan realitas yang sesungguhnya untuk tujuan keuntungan pribadi,kelompok atau jabatan adalah sebuah gaya Kiss of Death yang dapat menghancurkan.

Superlative Sign ( Tanda Ekstrim )>
Yaitu tanda yang lebih hebat ketimbang aslinya ,tanda yang lebih hebat dari realitas yang sebenarnya bahkan kadang diluar akal sehat.Gaya Kiss of Death dalam bentuk ini hampir semua sektor termasuk dalam kehidupan beragama dapat kita jumpai.

Sinetron bernuansa agama,sejenis Taqdir Ilahi misalnya,adalah sebuah tanda ekstrim yang dapat merusak logika berpikir anak-anak ketika dia menjelang dewasa tentang pandangannya mengenai Eksistensi Allah.Apa yang disaksikannya tentang kondisi dan keadaan yang ditampilkan,dalam realitas kehidupan tidak pernah ditemukan sehingga pada saat anak dewasa dapat mempengaruhi pola pikirnya tentang makna hidup antara apa yang diberitakan dan apa yang dia alami dan saksikan ketika pikiran logisnya masih belum berkembang.

Dalam hal dunia pendidikan misalnya,berapa banyak tanda dalam bentuk billboard yang dipasang,berapa duit yang dihabiskan dalam layanan iklan di surat kabar ,namun kita semua tahu dan merasakan bahwa dunia pendidikan dalam realitasnya tidak lah seperti billboard atau iklan yang ditampilkan. Dalam dunia ekonomi dan perdagangan ,berapa banyak tanda yang superlative dalam bentuk iklan seperti iklan shampoo, permen,body lotion dan lain sebagainya yang kadang menyesatkan karena tanda dengan gaya Kiss of Death yang ditampilkan sedemikian manis dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat yang sebelumnya sudah sangat konsumtif padahal apa yang dilihat dalam iklan jauh lebih dahsyat ketimbang aslinya.

Superlative Sign biasanya didominasi dalam bentuk citra atau potret yang tandanya mampu mempengaruhi pola pikir,perasaan serta emosi seperti :
Citra Fatamorgana yang hanya ada dalam pikiran tapi realitasnya tidak ada.Dalam dunia virtual/cyberspace, hal seperti ini dapat dapat menyebabkan seseorang hanyut dalam halusinasi baik dalam kekerasan maupun kenikmatan yang sebenarnya tidak ada.Visi dan Misi sebuah kota ,jika realitasnya tidak ada maka dia akan menjadi sebuah citra fatamorgana dan pada taraf aplikasinya hanya sebuah halusinasi.Hal ini disebabkan kita tidak memandang keadaan kita sebagaimana adanya namun selalu berorientasi kepada bagaimana seharusnya. Dalam konteks agama,rasa syukur terhadap apa yang kita miliki berarti kita tidak hidup dalam citra fatamorgana,kita tidak hidup dalam dunia halusinasi tapi hidup sesuai fakta.

Citra Hantu. Hidup sebenarnya berada dalam dunia realitas namun kita tunduk pada sesuatu yang menakutkan sebagaimana kita memahami hantu (demon) yang tak tampak namun secara citra dapat ditampilkan dan mampu menampilkan efek berupa trauma,ketakutan.Jangan heran dalam beragama saat kita mendengar nama TUHAN tidak berpengaruh tapi ketika mendengar HANTU kita menjadi uzilat qulu buhum,kita menjadi ketakutan.

Citra mutan, yaitu tanda-tanda yang menggabungkan segala sesuatu yang tak bisa disatukan misalnya antara Ketuhanan, kesucian,teror,kebinatangan dan lain sebagainya.Gaya seperti ini kelihatan sangat efektif untuk melahirkan suatu formula baru disegala bidang yang dapat diklaim sebagai rekayasa,pencerahan,penemuan baru dan tanpa disadari mungkin akan diterima oleh masyarakat,lingkungan atau situasi karena sepintas kelihatan seperti dapat mengakomodasi semua nilai.Namun,perlu kita ingat bahwa Mutan hanya bisa eksis lewat proses dekonstruksi yaitu melalui pembongkaran,menghancurkan,meruntuhkan berbagai kategori dan struktur atas nama rekombinasi.

Budaya global adalah citra mutan yang menghancurkan nilai-nilai lokal yang kita miliki,kapitalisme ekonomi adalah citra mutan karena menghancurkan basis-basis ekonomi kerakyatan,keyakinan universal yang menggabungkan setiap agama adalah citra mutan karena meruntuhkan keyakinan agama pada masing-masing ummat,dan banyak lagi sederet contoh dan fenomena yang berkembang yang dapat kita amati yang termasuk dalam kategori gaya Kiss of Death.

Citra Nomad.Gaya ini melahirkan identitas yang sesuai kebutuhan.Ia tidak selalu ada tapi dalam proses menjadi ( becoming) apa saja yang dia inginkan seperti kaum oppurtunis.Dalam dunia model,atau aktor seseorang dapat menampilkan apa saja sesuai tuntutan skenario bahkan publik tidak mengenal pribadi aslinya namun lebih mengenal citra yang dia tampilkan.
Demikian juga dalam dunia politik,citra nomad sering menampilkan kegiatan politiknya daripada partai sehingga dapat saja dalam kurun waktu yang relatif singkat kita melihat seorang figur yang mewakili partai yang berbeda dari yang kita ketahui sebelumnya.

Bahayanya gaya seperti ini ,seseorang dapat saja menghancurkan lingkungannya dengan menciptakan lingkungan baru yang dapat atau yang dibuat sebagai penampilan barunya,seolah-olah tidak ada hubungan antara lingkungan baru dengan yang lama.

Kesimpulan.
Apa yang telah diuraikan diatas,adakah tanda dalam diri kita untuk menghancurkan suatu keadaan, seeorang,komunitas atau lingkungan ?
Adakah tanda dalam diri kita untuk sekedar menampakan kepedulian kita padahal untuk kepentingan pihak lain ?
Adakah tanda dalam diri kita yang memperlihatkan kasih sayang untuk menarik simpati dan kepercayaan orang lain agar kita mudah membohonginya ?
Jika salah satu tanda atau citra sebagaimana yang diuraikan diatas,maka kita tak ubahnya hanya sederet rumus kimia ubiquitin,kita tak ubahnya sebagai seorang Yudas Iskariot atau kita tak lebih terhormat dari seorang God Father Mafia yang melakukan Kiss of Death.
( Allahu `alam bissawab)

RSS. TrackBack



No Entry Comments »

No Recent comments.

Post a Reply

free web stat
copyright © 2007-present andimujahidin.com
design by RAYCONCEPT Design Division of SNET INDONESIA.
Powered by SNET INDONESIA