Kebangkitan Pembangunan Infrastruktur
30 January 2008
under: Kilas Balik
Kilas Balik Pembangunan Jalan Tol Cipularang
Jalan Tol Cipularang ( Cikampek - Purwakarta - Padalarang ) di bangun untuk mengakomodir lalu lintas yang padat antar Jakarta dan Bandung yang volumenya kian meningkat. Jalan Tol kini menghubungkan jalan - jalan Tol yang sebelumnya telah ada, yaitu jalan Tol Jakarta - Cikampek dan Padalarang - Cileunyi. Pembangunan tahap pertama jalan Tol Cipularang sepanjang 18 km di selesaikan dalam 19 bulan ( 0,95 km per bulan ) dengan menelan biaya Rp 487 miliar. Jalan ini mulai dibangun dan digulirkan sejak dicanangkannya pada Februari 2002 oleh Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah ( Menkimpraswil ) diuji coba secara bertahap mulai Juli 2003. Kemudian dioperasikan sebagai jalan tol pada Januari 2004. Pembangunannya dikerjakan oleh tenaga - tenaga terpilih putra terbaik bangsa dan diselesaikan tepat waktu.
Pembangunan terhadap dua jalan Tol Cipularang sepanjang 41 km diselesaikan dalam waktu lebih singkat, dua belas bulan saja (3,42 km per bulan). Sebelumnya telah disiapkan suatu rencana atau disain awal yang kompreshensif. Jalan tol ini mulai dioprasikan pada April 2005, bertepatan dengan peringatan Konfrensi Asia Afrika ke- 50 pada bulan tersebut di Bandung, Jawa Barat. Kondisi geografiis, target penyelesaian yang cepat, serta dana yang tidak sedikit membuat proyek Jalan Tol Cipularang Tahap II ini memiliki nilai khusus, baik dari segi pembiayaan maupun pengerjaannya. Bukan hanya jalan yang dibangun, tetapi juga jembatan dengan keunikan dan kesulitan masing-masing di tiap seksi.
Agar proyek ini berjalan sesuai target, maka pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi sembilan paket yang dilaksanakan pada saat bersamaan. Masing - masing paket ddipimpin oleh Pimpinan Proyek, yang membawahi kontraktor dan konsorsium konsultan. Sehingga terdapat sembilan kontraktor dan puluhan konsultan yang terlibat. Semua ini dikendalikan oleh seorang Direktur Proyek. Lima puluh ribu tenaga kerja berhasil diserap dalam proyek ini, selain juga penggunaan material yang tak sedikit: semen (620 ribu ton) , split (500ribu m3) , besi baja (27 ribu ton) . Selesainya Proyek Jalan Tol Cipularang Tahap II ini merupakan salah satu keberhasilan pemerintah dalam membangkitkan kembali roda perekonomian melalui pembangunan infrastruktur.
Sumber :
Buku Jalan Tol Cipularang : Perjuangan Putra Pertiwi
Tiada Gunung Terlalu Tinggi, Tiada Jurang Terlalu Dalam
PT Jasa Marga (Persero)




