Memberi Berbuah Rahmat
9 February 2008
under: Leadership
|
|
Bagi lebah, Bunga adalah Pancuran kehidupan.Bagi bunga memberi kebahagiaan adalah kebutuhan dan kenikmatan. Tenggelamkan diri anda dalam kenikmatan seperti bunga bagi lebah [Kahlil Gibran].
Para Sufi percaya bahwa memberi adalah bagian dari hukum alam. Semua makhluk memberi dengan caranya masing-masing. Sapi memberikan susunya supaya dia bisa memberi lebih banyak lagi; domba memberikan bulunya supaya lebih banyak wol yang bisa diproduksi; hal yang sama berlaku untuk manusia yang butuh memberi supaya mencapai arti dan tujuan hidupnya.
Sebatang lilin tidak kehilangan cahayanya setiap kali dia menyalakan lilin yang lain. Ini adalah win-win scenario. Rabi’a berkata, “Aku tak akan melayani Tuhan seperti buruh yang mengharapkan gaji”. Hidupnya penuh dengan pengabdian tanpa pamrih yang didasarkan atas cinta. Memberi seperti ini menciptakan limpahan rahmat spritual.
Dalam kondisi korporasi, berusaha mendorong orang lain berfungsi dengan kemampuan penuhnya adalah tugas sejati seorang pemimpin. Seorang pemimpin memberi inspirasi kepada orang lain untuk mencapai prestasi tinggi, mungkin dengan cara mempromosikan harmoni dan kerja tim, mempercayai kemampuan mereka, dan memuji mereka atas kontribusi yang telah mereka berikan. Mereka menunjukkan berbagai kualitas tersebut dengan cara berbagi kebijaksanaan, panduan dan saling memberi semangat dalam tim. Melalui tindakan memberi semangat ini, para pemimpin menciptakan limpahan manfaat dan mengatalisasi kinerja puncak dari tim mereka. Pemimpin menciptakan lingkungan kerja kondusif melalui cinta dan rasa hormat, memupuk kreativitas dan memberikan pembelajaran dan pengembangan.
Melalui penciptaan budaya korporasi yang menggairahkan dan mencari setiap kesempatan untuk membuat perbedaan, para eksekutif korporat mampu menemukan dan memanfaatkan bakat-bakat hebat yang sangat pentingbagi suksesnya korporasi.
Firoz Rasul, CEO dari Ballard Power Systems dan seorang Sufi Kantoran dalam pandangan saya, dianugrahi gelar dokter kehormatan oleh Simon Fraser University, British Colombia. Dalam pidato pengukuhannya dia menekankan nilai-nilai memberi dan berkata, “Saya percaya bahwa sukses yang perusahaan saya nikmati, Ballard Power Systems, terutama disebabkan karena kami lebih sering memberi daripada menerima. Para anggota tim di Ballard sangat dermawan dengan waktu, energi, dan pengetahuan mereka bagi suksesnya anggota tim mereka.
Tim Barners-Lee. dinilai oleh majalah Time sebagai salah satu orang jenius abad ini, menciptakan World Wide Web. Bukannya mendirikan perusahaan dan memupuk kekayaan, Barners-Lee malah mendedikasikan keahliannya untuk tetap memastikan World Wide Web sebagai penemuan yang terbuka, tanpa pemilik, dan gratis. Inilah caranya memberi kepada masyarakat.
Orang lain mengambil rute lain dari kesuksesan bisnis mereka dan berbagi kekayaan untuk tujuan-tujuan yang mulia. Salah satunya adalah Ted Turner, raja siaran dan pemilik klub olah raga Atlanta Breves, yang menyumbang $ 1 miliar kepada PBB, untuk digunakan dalam uapaya-upaya kemanusiaan. Kematian saudarinya ketika remaja karena penyakit lupus dan ayahnya yang kemudian bunuh diri telah membumikan Ted dan membentuk sikap empatinya kepada mereka yang menderita.
Memberi kepada berbagai tujuan mulia menciptakan limpahan rahmat. Kita termotivasi untuk terus berbuat baik karena kekayaan kita bisa membuat perbedaan.
Sumber : Corporate Sufi, Azim Jamal
Foto : www.macrokita.com





