CORPORATE SUFI : Buka Mata Bathin
16 February 2008
under: Leadership

“Seperti ikan yang menhabiskan seluruh hidupnya di dalam air, dan suatu hari bertanya dimana tempat airnya ?”
Engkau memerlukan mata bathin untuk melihat dan mengalami spiritualitas (Pepatah Sufi)
Kata “Spiritualitas” dating dari kata “Spirit” yang bersinonim dengan kata “Jiwa (Soul)“. Seorang Sufi bertujuan menyatu dengan spirit tersebut. Dia percaya bahwa semua yang kita lakukan harus bersumber pada spiritualitas. Kita patut memiliki singularitas tujuan dan tindakan yang sesuai dengannya. Kejelasan dan konsistensi mencegah stress dan frustasi.
Lihatlah apa yang semestinya tidak kasat mata - jiwa. Bukalah matamu dan misteri hidup akan terbentang, seperti halnya butung hantu dibutakan oleh siang hari, kita buta akan dunia spiritual, tidak mampu melihat fenomena bahwa kenyataannya dia memang ada.
Rumi menjelaskan bahwa musim semi mendatangi pohon-pohon wangi dengan sebuah penawaran. Dia berkata bahwa musim semi itu tersembunyi, namun kita bias melihat pengaruhnya pada taman yang sebelumnya meranggas. Dia membangkitkan taman itu. Dia mengundang musim semi cinta untuk dating ke dalam taman jiwa dan membangkitkan semangat. Ketika jiwa kita terbangun, kita membuka mata bathin kita.
Ingatlah bahwa tidak semua bias kita lihat dengan mata, kita cium dengan hidung, dengar dengan telinga, dan rasakan dengan kulit. Bisakan kita lihat udara yang kita hirup? Bisakan kita lihat aroma setangkai bunga? Katakana pada janin dalam kandungan bahwa ada dunia yang indah di luar sana; dia tidak akan percaya kepada anda.
Terbuka dan waspada atas apa yang terjadi di sekeliling kita membuat kita mampu melihat apa yang ada di bawah permukaan. Jika kita berada diantara orang-orang korporat yang melakukan hal-hal secara otomatis dan mekanis, kita mungkin kehilangan bukan hanya hal-hal yang tidak kasat mata, tetapi juga hal-hal yang tidak tampak dimata. Kita tidak paham dengan arti semua aktifitas yang kita lakukan. Seperti seekor ikan yang menghabiskan seluruh hidupnya di dalam air dan suatu hari bertanya dimana tempatnya air.
Luangkan waktu jau h dari berbagai ritual dan habiskan waktu untuk refleksi, mengembangkan mata bathin. Mata bathin melihat orang lain sesuai dengan esensi mereka dan jiwa mereka. Jauh di dalam sana semua orang memiliki jiwa yang murni.
Kalau kita sebagai manusia korporasi, melihat semua kolega kita, para pemasok kita, dan para konsumen kita dengan mata bathin, kita akan memiliki hubungan yang luar biasa, menciptakan lingkungan kerja kita menjadi lebih menyenangkan dan produktif. Berbagai korporasi akan menikmati akan menikmati manfaat karena kerja sama akan menjadi lebih baik melalui pendekatan penuh kasih sayang ini.










#1 eNPe on 19 February 2008 4:12 pm
“oke, selamat berjuang, selamat menyongsong asa dan jgn lupa lihatlah dengan mata bathin”
terima kasih atas sarannya,pak..
———————————-
Tks yach …saya cuma bisa ngasih saran aja, mudah2an bermanfaat …Amin
#2 Bundana ayara on 28 February 2008 9:49 am
Pak, thankx buat postingannya, saat ini memang saya lagi belajar mengasah ketajaman mata bathin saya untuk dapat melihat segala hal yang mungkin tak tampak oleh indera penglihatan saya, saya juga lagi mencoba untuk selalu mendengar suara hati saya…. karena saya percaya hati kita tidak akan mungkin mengkhianati. Bener gak Pak ?
=====================
ya begitulah bunda, kadang2 kita hanya bisa melihat diatas permukaan saja ….
mari kita sama2 belajar ya, …Learning together …he3 ..tks
#3 ddwijono on 1 March 2008 10:37 pm
Ya mudah mudahan saja mata bathin kita gak terlalu sering kelilipan sampah dan debu yaa.
=========================
Yachhh … yang seringnya sih kelilipan bos, kadang2 juga suka silau .. ha…ha ..ha… … Tengkiyu P. DD …