Triskaidekaphobia: Ketakutan Pada Angka 13
21 March 2008
under: Islam
“Bukankah Allah cukup untuk menolong hamba-hambaNya,dan mereka menakutimu dengan sesembahan selain Allah dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidaklah dia mendapat petunjuk” (Az-Zumar 39:36);
“maka janganlah kamu jadikan mereka penolong-penolong(mu) hingga mereka berhijrah pada jalan Allah” (QS an-Nisaa 4:89);
Tahun Baru Masehi 2007 dan Hijriyyah 1428 telah tiga bulan berlalu dan makna yang diharapkan tentu adanya perubahan yang lebih baik dan inilah yang diharapkan dari salah satu makna pergantian tahun dan makna hijrah sebagaimana ayat diatas.
Salah satu aplikasi dalam kehidupan kita, hendaknya kita meninggalkan hal - hal yang tidak logis yang mungkin selama ini kita jalani tanpa menyadari akibat dari tindakan kita yang sangat merugikan baik dari kehilangan kesadaran logis maupun dari sisi akidah dan hal inilah yang paling penting. Salah satu yang paling terkenal adalah tentang kepercayaan kita terhadap “angka 13″ yang dapat mendatangkan keburukan dan mudlarat bagi kita padahal mungkin kita sendiri kurang mengerti tentang sumber - sumber tersebut.
Dalam sebuah artikel yang sangat menarik dengan title “Triskaidekaphobia” (ketakutan pada angka 13), Paul Hoffman menulis dalam Smithsonian Magazine Edisi Pebruari 1987 bahwa fobia yang namanya sulit dieja ini “menelan biaya 1 milliar dolar Amerika pertahun karena fobia itu menyebabkan orang lari atau membatalkan keberangkatan kereta dan pesawat terbang,serta mengurangi aktivitas perdagangan pada tanggal 13 setiap bulan” Hal ini juga terjadi dalam lingkungan kita ,bahkan dalam kasus tertentu kita bisa melakukan kesalahan dua kali. Misalnya dalam undian yang sudah salah menurut agama,ditambah menghindari memasang angka 13 karena dianggap sial dan mendatangkan keburukan.
Selama berabad-abad,sebenarnya semakin lama angka 13 semakin dianggap bersifat negatif dalam kepercayaan masyarakat.Mungkin orang enggan mengundang tamu berjumlah 13 dalam jamuan makan bahkan Napoleon,J Paul Getty dan Franklin Delano Roosevelt merasa khawatir bila harus makan malam dengan 13 orang dalam satu meja (agaknya mereka tidak tahu tahayul ini berasal dari abad XVII). Demikian juga stasiun Kereta Api, ada yang menghilangkan angka 13, apalagi tanggal 13 jatuh pada Hari Jumat (menurut Kristen hari Kematian Yesus) maka lebih ditakuti lagi dan kita pernah menyaksikan di TV film serie “13th Friday Night” yang pernah ditayangkan.
Tradisi Kristen memandang ketakutan pada angka 13 ini sebagai sebuah kenangan akan Jamuan Terakhir.Waktu itu,salah satu dari murid”ke-13″ menghianati Yesus. Namun,munculnya peran negatif angka 13 dalam peradaban-peradaban Timur Dekat dan budaya -budaya yang berasal darinya jauh lebih awal.Seperti angka 11, maka angka 13 adalah angka yang melampaui sebuah sistim utuh yang dilambangkan dengan angka 12,yaitu angka Zodiak.Matahari tidak pernah muncul bersama - sama dengan seluruh 12 tanda Zodiak sehingga semuanya berjumlah 13,tetapi matahari berada didepan salah satunya.Konsep ini tercermin dalam mitos dan dongeng yang melukiskan ketidak mampuan sang Pahlawan untuk membuka pintu ke-13 yang akan menghancurkan lingkaran 12 yang sempurna.Di Babilonia,angka 13 dianggap negatif karena perannya dalam astronomi dan demikian juga di Cina yang dihubungkan dengan pembagian tahun dan masyarakat Kalimantan Barat banyak yang mengenal tradisi ini dalam masyarakat Cina dimana jika memakai setahun 354 hari,maka harus menambahkan bulan ke-13 setelah sekian tahun agar sesuai kembali dengan tahun matahari. Bulan ke-13 ini disebut sebagai “Raja Kesulitan” atau “Raja Penindasan”.
Seorang Sarjana Jerman, Ernst Boklen,telah mengeksplorasi apa yang disebut dengan angka 13 pembawa sial dan makna mistisnya dalam sebuah kajian yang mendalam dan apakah kebetulan buku ini diterbitkan di Leipzig pada 1913. Ia menunjukan adanya kelompok 13 dizaman Kuno dan Abad Pertengahan yang dibentuk dengan pola 12+1. Metode dan pola ini secara jelas nampak dalam kasus dewa-dewa Etruscan dimana 6 pasang dewa dirubah menjadi satu unit dengan menambahkan dewa ke 13.Pada umumnya dewa yang melampaui dewa ke 12 adalah pemimpin atau sebaliknya dewa palsu yang harus dihukum mati.Makanya,Philip dari Macedonia yang menjajarkan patungnya sendiri dengan 12 dewa kemudian dihukum mati,sementara Odysseus lolos dari kematian ditangan Cyclop tapi 12 pengikutnya dibunuh.
Pola 12+1 ini sering muncul dalam mitos dan bahkan dalam sejarah Nabi juga kita mengetahui Nabi Yakub as mempunyai 12 anak dari suku-suku Bani Israel dan di Perancis menurut cerita ada sebuah jembatan yang selalu meminta korban bagi orang yang ke-13 melewati jembatan tersebut dan di Jerman kita mengetahui pengadilannya mempertahankan sistem pengelompokan 13 dalam bentuk 1 hakim dan 12 hakim pembantu.
Kita tidak dapat memungkiri adanya ambiguitas antara 12 dan 13,dan dalam peran angka 13 umumnya,dalam banyak kasus 12 mempunyai sifat yang aneh. Kematian adalah wali ( Godfather) dari anak ke-13 dan sebuah buku yang pernah tenar karya seorang penulis Jerman, Frederich Wilhelm Weber,yang membahas sebuah tempat yang disebut Dreizehnlinden ( 13 pohon linden ) adalah sebuah cerita yang sangat tragis dan penuh dengan peristiwa mengerikan dan misterius.
Namun,perlu kita ketahui juga bahwa tidak semua tradisi menganggap sesuatu yang mempunyai hubungan dengan angka 13 mengandung makna yang negatif dan banyak hal dapat kita lihat bahkan 13 mengandung makna - makna yang sakral.
Seperti misalnya dalam tradisi perbintangan Babilonia,pola 12+1 mengandung makna yang positif dalam kaitannya dengan fase-fase bulan. Di Meksiko kuno,misalnya,bulan Qamariah dibagi menjadi 13 hari pada bulan baru.Dengan kata lain,2 periode perekahan dan penyusutan masing - masing dihitung 13 hari panjangnya.Sebagaimana dalam agama Maya Kuno ,angka 13 juga dianggap sebagai angka yang menguntungkan dan sakral dalam tradisi Ibrani.Cabala bahkan memandang sebagai angka keberuntungan karena nilai numeriknya dalam bahasa Ibrani membentuk kata Ahad dalam bahasa Arab.
Dalam Kitab Keluaran 34:6 angka 1 menurunkan 13 sifat suci,dan Paskah Haggadah..1) secara jelas menekankan nilai penting angka-angka ini. Seorang peramal dikerajaan Talmud mengatakan bahwa pada suatu hari nanti tanah Israel yang dijanjikan Tuhan akan terbagi menjadi 13 bagian dan bagian yang ke 13 akan jatuh ketangan Raja Isa (Kitab Ulangan18:18 secara implisit menunjuk Muhammad saw atau Isa as?). Dikisahkan juga Cabala mengenal 13 sumber surgawi,13 pintu berkah dan 13 sungai minyak balsem yang kelak akan dijumpai orang-orang saleh di surga.
Zohar mengelaborasi nilai penting angka 13 ketika mendeskripsikan Dewa Hari-hari Kuno Sakral berkepala 3 dimana dapat ditemukan di 13 jalan cinta,karena kearifan yang tersembunyi didalam dirinya membagi sebanyak 3 kali ke 4 penjuru dan Dia,Dewa Kuno,mempunyai 13 jalan cinta.Dalam perayaan Bar Mitzvah anak-anak Yahudi pada saat akil baligh tepat diumur 13 dan saat itu mereka wajib untuk mentaati hukum.
Kita mungkin agak terkejut bila mengetahui teologi Kristen sebagaimana dalam Islam,menyebut angka 13 diluar konteks 12 utusan dan transgresi angka sakral ini.Angka 13 sering diinterpretasikan sebagai jumlah dari 10 ( Perintah ) dan 3 ( Trinitas ) atau dengan logika yang berbeda sebagai jumlah Pentateukh(5) dan Kebangkitan Yesus(8).Interpretasi ini diperkirakan menunjukan pada hubungan antara Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,yang terjalin karena paduan antara kerja dan iman.
Ketika Eropa semakin membenci angka 13 setelah Abad Pertengahan,Raja Louis XIII di Perancis mengambil sikap yang cukup janggal dengan menyatakan 13 sebagai angka kegemarannya. Ia menikahi Anna dari Austria ketika calon istrinya ini baru berusia tepat 13 tahun.
Bagaimana dalam tradisi intelektual Islam terutama dalam Ilmu Kalam dan Teologi Islam khususnya aliran asy’ari yang kita sebut dengan pelajaran Tauhid ?
Hampir semua generasi terdahulu mengenal pelajaran dasar Tauhid yang disebut sebagai Sifat 20. Dalam beberapa Kitab Kuning Arab Melayu yang sering dijadikan rujukan awal tingkat dasar Tauhid seperti Miftahul Jannah,Risalah Tauhid dan kebanyakan Kitab - kitab kuning lainnya dari mazhab Asy’ari,pengenalan Allah swt melalui sifat-sifat yang dirangkum sebagai Sifat 20.
Dalam pembagian dasarnya kita mengenal 1 Sifat Pertama yang digolongkan Sifat Nafsiah yaitu Wujud. Golongan yang Kedua kita kenal dengan Sifat -sifat Salbiyyah yaitu 5 sifat yang terdiri dari Qidam, Baqa’, Mukhaalafatuhu lil hawadits, Qiyaamuhu Ta’ala bi nafsi dan Wahdaniah. Golongan Ketiga kita kenal dengan Sifat Ma’ani yang terdiri dari 7 sifat yaitu Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat,Sama’, Bashar dan Kalam. Jika kita jumlahkan 1+5+7=13,sedangkan 7 sifat lainnya adalah turunan dari sifat Ma’ani yang disebut Sifat Ma’nawiyyah.
Selain itu,kita mengenal kelompok Sifat yang disebut Sifat Ta’allaq yang dalam pengajaran sering disebut sifat Ta’luq yaitu 5 sifat,Qudrat,Iradat,Sama’Bashar dan Kalam.Sedangkan 2 Sifat yaitu Ilmu dan Hayat tidak termasuk dalam Otoritas keseluruhan Ma’ani dan masih tergantung pada Otoritas Allah swt sehingga ada wilayah overlap atau wilayah intersection yang dimiliki oleh kelompok sifat.Interpretasi inilah yang mengembangkan pemikiran Teologi tentang Konsep Misqat dalam Ayat Cahaya Surat an-Nur 34 dimana segala sesuatu diluar zat Allah swt adalah Cahaya Allah dimana Cahaya tersebut ada yang bersifat Qadim dan ada yang bersifat Baharu.
Kesatuan Sifat yang disebut Tauhid dalam persfektif ini dapat digambarkan sebagai diagram matematis.Dalam diagram dapat kita lihat bahwa bukan suatu kebetulan jumlah kelompok sifat pada masing-masing tataran berjumlah 13 dan dalam pemahaman Otoritas Allah terhadap sesuatu diluar diriNya membuktikan bahwa Eksistensi dan Essensi Allah Ta’ala meliputi baik `azali (Sifat Ma’nawiyyah) maupun duniawi (Sifat Ma’ani).
Dari diagram intersection Alam Manusia mempunyai gambaran yang sama dengan Alam `Azali sehingga ada kesamaan gambaran sebagaimana hadits Qudsi yang menyatakan “Sesungguhnya Aku menciptakan Adam sebagaimana gambaranKu” dan oleh sebab itu pula setiap perbuatan manusia harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah swt yang dalam penjelasan sering kita mendengar sifat Ma’ani adalah sifat yang dititipkan / diamanahkan oleh Allah swt kepada manusia.
Penjelasan lain yang dapat kita kembangkan adalah pertanyaan yang paling mendasar dalam Teologi Islam tentang Taqdir dan Usaha.Kreativitas Allah swt yang diaplikasikan dalam Ma’nawiyyah inilah yang disebut dengan Taqdir sedangkan Kreativitas Manusia yang diaplikasikan dalam Ma’ani disebut dengan Usaha.
Banyak yang dapat dikembangkan dalam pemahaman persfektif ini namun yang jelas pemahaman angka 13 tidak selalu negatif bahkan dalam teologi Islam dan Kristen mengandung nilai-nilai Ilahi yang dikembangkan para pemikirnya.Oleh sebab itu,angka 13 menawarkan banyak kemungkinan positif terutama untuk menghindari bahaya yang paling besar yaitu Syirik dan semoga Tahun Baru 1428 H sekarang melahirkan hal - hal baru dan kita dapat terhindar dari penyakit Triskaidekaphobia..Allahualam bissawab.
Materi ini sebagian besar referensinya berdasarkan buku The Mistery of Number yang ditulis oleh almarhumah Annemarie Schimmel ,Oxford University Press,New York,1993.Terjemahan Indonesia “Misteri Angka-Angka dalam berbagai Pradaban Kuno dan Tradisi Agama Islam,Yahudi dan Kristen”,Pustaka Hidayah IKAPI Bandung Tahun 2006.
1) Paskah Haggadah adalah permainan angka dan kotak magis sebagaimana permainan angka arab dalam bentuk aritmatika murni namun tidak pernah dipergunakan secara mistik untuk jimat dls.Seperti permainan angka 9 yang sangat indah bila ditulis dalam angka Arab yang membentuk pohon angka demikian juga permainanan 9 huruf pertama dalam angka arab yang berasal dari Sematik kuno.










#1 sapta on 3 April 2008 11:55 pm
makasih artikelnya…dapat wawasan lagi dari sini….
bukankah Allah suka yang ganjil, kenapa 13 belas harus dibenci… tidak ada angka yang sial menurutku, yang akan menjadi kesialan bagi kita adalah, ketika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan laranga-Nya…
besok nyambung baca lagi…
====================
Alhamdulillah …mudah2an bermanfaat mas Sapta, mari kita saling berbagi melaui blog yach ….
#2 Rivai on 14 April 2008 2:09 pm
saya juga pernah baca tuh, katanya angka 13 termasuk angka keramat buat org2 yg percaya Kabbalah. Ada jg yang ngehubung-hubungin dengan gerakan zionisme, illuminati,pemuja geometri, dan baaaanyak lagi.
Dan lama-lama saya mulai merasa kalau mereka cuma sekedar menghubung-hubungkan segala sesuatu dgn angka 13, hanya sekedar mencari sensasi. Sampai-sampai menghiung-hitung nomor HP sampai dpt angka yang dianggap keramat, utak-atik tanggal lahir, nomer togel, dll. Maksa banget. Kaya orang yang melihat awan di langit dan bilang kalau awannya mirip sapi.
Well, itu cuma pendapat sih. Saya akui, di dunia ini memang banyak misteri-misteri; sebagian amat berarti, dan sebagian lainnya hanya membuang waktu.
=====================
ya begitulah mas, orang kita masih banyak yang suka mistik …..he3 ..tks mas