<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Surga di Telapak Kaki Ibu</title>
	<atom:link href="http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/</link>
	<description>MY MIND, MY UTTERANCE AND MY ACTION</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 20:31:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Bheri</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-84</link>
		<dc:creator>Bheri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 06:33:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-84</guid>
		<description>pantas saja kita diajarkan berdoa ttg ini.
doa dari ibu : rabbi habli minash sholihin
doa dari anak : rabbigh firli walialidaiya warhamhuma kama rabbayani saghira.
=============================
Alhamdulillah ...Tks bang bheri ... mudah2an IT di Ponti semakin maju ..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pantas saja kita diajarkan berdoa ttg ini.<br />
doa dari ibu : rabbi habli minash sholihin<br />
doa dari anak : rabbigh firli walialidaiya warhamhuma kama rabbayani saghira.<br />
=============================<br />
Alhamdulillah &#8230;Tks bang bheri &#8230; mudah2an IT di Ponti semakin maju ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maysaro</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-77</link>
		<dc:creator>maysaro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 13:29:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-77</guid>
		<description>Ibu adalh segalanya bagi saya, terkadang ibu rela memendam perasaan hatinya demi melihat anak2nya bahagia. Membaca tulisan Abang saya teringat lagu bang Iwan yang judulnya 'Ibu', sungguh lagu yang sangat menyentuh saya, terkadang kalau sedang sendiri bila mendengar lagu itu tidak terasa saya menangis. Saya berdoa semoga kebahagiaan ada pada para ibu. Amin
====================== 
Ya begitulah, kasih ibu memang tak tergantikan ...apalagi yang ortu nya jauh seperti saya .....tks yach dah ngunjungi blog saya ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu adalh segalanya bagi saya, terkadang ibu rela memendam perasaan hatinya demi melihat anak2nya bahagia. Membaca tulisan Abang saya teringat lagu bang Iwan yang judulnya &#8216;Ibu&#8217;, sungguh lagu yang sangat menyentuh saya, terkadang kalau sedang sendiri bila mendengar lagu itu tidak terasa saya menangis. Saya berdoa semoga kebahagiaan ada pada para ibu. Amin<br />
======================<br />
Ya begitulah, kasih ibu memang tak tergantikan &#8230;apalagi yang ortu nya jauh seperti saya &#8230;..tks yach dah ngunjungi blog saya &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bintang</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-76</link>
		<dc:creator>bintang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 09:10:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-76</guid>
		<description>jadi inget mamah di indo...hiks..hiks..kangennnn pengen pulang...btw, aku juga punya buku itu....
===================== 
Iya mbak bintang, ibu ku lg sakit di kalimantan ..bulan juni aku mo kesana ..tks yach ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi inget mamah di indo&#8230;hiks..hiks..kangennnn pengen pulang&#8230;btw, aku juga punya buku itu&#8230;.<br />
=====================<br />
Iya mbak bintang, ibu ku lg sakit di kalimantan ..bulan juni aku mo kesana ..tks yach &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eNPe</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-75</link>
		<dc:creator>eNPe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:18:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-75</guid>
		<description>Hiks...jadi basah lagi deh *sambil nyaci2 tisu*
kalo omongin ibu, ita paling takut banget durhaka ato sejenisnya. malah sering diolok preman tapi anak mami :D biarin deh yang penting selamat dunia akhirat ;)
semoga ne2k cepat sembuh
================
hmmmmm ..tks itha atas doa nya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hiks&#8230;jadi basah lagi deh *sambil nyaci2 tisu*<br />
kalo omongin ibu, ita paling takut banget durhaka ato sejenisnya. malah sering diolok preman tapi anak mami <img src='http://www.andimujahidin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> biarin deh yang penting selamat dunia akhirat <img src='http://www.andimujahidin.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
semoga ne2k cepat sembuh<br />
================<br />
hmmmmm ..tks itha atas doa nya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hakimtea</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-74</link>
		<dc:creator>hakimtea</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 22:53:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-74</guid>
		<description>Bang Andi, saya laki-laki yg pantang menangis dan cengeng bang, sebelumnya memang saya sering baca cerita sejarah alqomah ini, tapi melalui tulisan bang Andi ini saya merasakan effect lain dan tanpa terasa ko mata saya berkaca-kaca ya... *~*

Ibu...! Saya memang paling menghormati ibu tapi sampai saat ini saya belum bisa membalas jasa ibu... apalagi kalo membaca cerita sejarah lain yang menceritakan seorang sahabat menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dengan jarak ratusan kilometer yang membuat punggung sahabat ini lecet dan berdarah. Ketika sahabat ini bertanya kepada Rasulullah, "Apakah dengan ini saya telah membalas jasa ibu, wahai Rasululallah...?" Rasul menjawab, "Kamu sudah berbuat baik, tapi ketahuilah... kamu tidak akan pernah bisa membalas jasa ibumu...!"

*makin sedih saja*
==================== 
Ya begitulah bang hakim, kita memang tidak bisa membalas jasa ibu, tidak sekalipun ...oleh karena kita tak akan pernah membalas jasa ibu, maka marilah kita bahagiakan orang tua kita ...Bahagiakan dengan cara kita masing-masing ...terima kasih bang hakim ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Andi, saya laki-laki yg pantang menangis dan cengeng bang, sebelumnya memang saya sering baca cerita sejarah alqomah ini, tapi melalui tulisan bang Andi ini saya merasakan effect lain dan tanpa terasa ko mata saya berkaca-kaca ya&#8230; *~*</p>
<p>Ibu&#8230;! Saya memang paling menghormati ibu tapi sampai saat ini saya belum bisa membalas jasa ibu&#8230; apalagi kalo membaca cerita sejarah lain yang menceritakan seorang sahabat menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dengan jarak ratusan kilometer yang membuat punggung sahabat ini lecet dan berdarah. Ketika sahabat ini bertanya kepada Rasulullah, &#8220;Apakah dengan ini saya telah membalas jasa ibu, wahai Rasululallah&#8230;?&#8221; Rasul menjawab, &#8220;Kamu sudah berbuat baik, tapi ketahuilah&#8230; kamu tidak akan pernah bisa membalas jasa ibumu&#8230;!&#8221;</p>
<p>*makin sedih saja*<br />
====================<br />
Ya begitulah bang hakim, kita memang tidak bisa membalas jasa ibu, tidak sekalipun &#8230;oleh karena kita tak akan pernah membalas jasa ibu, maka marilah kita bahagiakan orang tua kita &#8230;Bahagiakan dengan cara kita masing-masing &#8230;terima kasih bang hakim &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kesehatan gigi</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-70</link>
		<dc:creator>Kesehatan gigi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 08:39:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-70</guid>
		<description>kasih ibu memang tidak tergantikan dan tidak dapet kita balas sampai akhir hayat. bayangkan saja ibu kita rela menahan sakit yang begitu lama untuk kita, apa salahnya kita berbuat sedikit untuk ibu kita tercinta. kalau diingat kembali apakah ibu akan tinggal diam kalau kita punya masalah? kalau kita sakit apa ibu akan diam saja? kalau kita bokek apa ibu akan diam saja? hehehe mungkin itulah gambaran kekaguman saya terhadap seorang ibu. salut buat pak andi yang masih ingat ibunya. sampai terbawa ke blog, memang pak andi seorang anak yang soleh dan berbakti terhadap orang tua. jarang ada blogger yang berkisah tentang seorang ibu. sukses ya pak andi, walau pun kita baru kenal, semoga bisa menjadi sahabat. :)
======================
Yach ...*sambil menghela nafas dalam-dalam* ... saya terbayang saja .... saat melahirkan seorang anak, seorang Ibu mengerahkan segenap kemampuan dan tak memikirkan apa yang terjadi padanya, karena ia hanya berharap keselamatan dan kesehatan untuk calon anaknya, bahkan ia rela menukarkan nyawanya untuk buah hatinya tanpa mengharap setitik pamrih apapun ...
Jika kita ingin tahu bagaimana cara membalas segala kebaikan dan kasih sayang seorang Ibu (dan Bapak), maka cukup berbaktilah kepadanya dan jadilah seperti yang ia harapkan dan buatlah ia bangga kepada kita, karena tak ada lagi yang dapat membahagiakannya selain itu ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasih ibu memang tidak tergantikan dan tidak dapet kita balas sampai akhir hayat. bayangkan saja ibu kita rela menahan sakit yang begitu lama untuk kita, apa salahnya kita berbuat sedikit untuk ibu kita tercinta. kalau diingat kembali apakah ibu akan tinggal diam kalau kita punya masalah? kalau kita sakit apa ibu akan diam saja? kalau kita bokek apa ibu akan diam saja? hehehe mungkin itulah gambaran kekaguman saya terhadap seorang ibu. salut buat pak andi yang masih ingat ibunya. sampai terbawa ke blog, memang pak andi seorang anak yang soleh dan berbakti terhadap orang tua. jarang ada blogger yang berkisah tentang seorang ibu. sukses ya pak andi, walau pun kita baru kenal, semoga bisa menjadi sahabat. <img src='http://www.andimujahidin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
======================<br />
Yach &#8230;*sambil menghela nafas dalam-dalam* &#8230; saya terbayang saja &#8230;. saat melahirkan seorang anak, seorang Ibu mengerahkan segenap kemampuan dan tak memikirkan apa yang terjadi padanya, karena ia hanya berharap keselamatan dan kesehatan untuk calon anaknya, bahkan ia rela menukarkan nyawanya untuk buah hatinya tanpa mengharap setitik pamrih apapun &#8230;<br />
Jika kita ingin tahu bagaimana cara membalas segala kebaikan dan kasih sayang seorang Ibu (dan Bapak), maka cukup berbaktilah kepadanya dan jadilah seperti yang ia harapkan dan buatlah ia bangga kepada kita, karena tak ada lagi yang dapat membahagiakannya selain itu &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GADIS RANTAU</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-69</link>
		<dc:creator>GADIS RANTAU</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 16:06:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-69</guid>
		<description>siip.thanks to u. mudah2an bunda memahamiku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>siip.thanks to u. mudah2an bunda memahamiku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GADIS RANTAU</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-68</link>
		<dc:creator>GADIS RANTAU</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 09:35:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-68</guid>
		<description>merinding bulu kuduk, membayangkan seandainya dian ini dicap membangkang sama ibu. soalnya dian disuruh nikah, tapi dian menolak, karena pria itu bukan pria pilihan hati. harus gimana nih bang. baca postingan abang, dian jadi bimbang dengan pendirian.
======================= 
Jika kita bertanya sesuatu yang abadi maka jawabannya adalah kasih ibu, jika kita bertanya soal keichlasan maka jawabannya adalah kasih ibu, dan jika kita bertanya tentang belaian yang bijak maka jawabannya adalah kasih ibu. Tapi jika kita bertanya sesuatu yang paling menakutkan maka jawabannya adalah Murka Ibu.

Namun dalam menentukan pilihan hati, tidaklah sampai menimbulkan kemarahan seorang ibu atau menolak perjodohan bukanlah berarti melakukan pembangkangan terhadap seorang ibu, karena perjodohan atau pertautan dua anak manusia yang dilandasi tekanan dan paksaan hanya tinggal menunggu keterpurukan. Bicarakan baik2 dengan ibu yach … jangan khawatir … he3 … Ibu yang bijak adalah ibu yang selalu ingin melihat anaknya bahagia …

Kita tak perlu menjadi orang lain hanya untuk menggenggam sepotong hati, karena cepat atau lambat kita akan kembali pada keadaan semula dan walau dipaksakan kita takkan menjadi orang lain selamanya. 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>merinding bulu kuduk, membayangkan seandainya dian ini dicap membangkang sama ibu. soalnya dian disuruh nikah, tapi dian menolak, karena pria itu bukan pria pilihan hati. harus gimana nih bang. baca postingan abang, dian jadi bimbang dengan pendirian.<br />
=======================<br />
Jika kita bertanya sesuatu yang abadi maka jawabannya adalah kasih ibu, jika kita bertanya soal keichlasan maka jawabannya adalah kasih ibu, dan jika kita bertanya tentang belaian yang bijak maka jawabannya adalah kasih ibu. Tapi jika kita bertanya sesuatu yang paling menakutkan maka jawabannya adalah Murka Ibu.</p>
<p>Namun dalam menentukan pilihan hati, tidaklah sampai menimbulkan kemarahan seorang ibu atau menolak perjodohan bukanlah berarti melakukan pembangkangan terhadap seorang ibu, karena perjodohan atau pertautan dua anak manusia yang dilandasi tekanan dan paksaan hanya tinggal menunggu keterpurukan. Bicarakan baik2 dengan ibu yach … jangan khawatir … he3 … Ibu yang bijak adalah ibu yang selalu ingin melihat anaknya bahagia …</p>
<p>Kita tak perlu menjadi orang lain hanya untuk menggenggam sepotong hati, karena cepat atau lambat kita akan kembali pada keadaan semula dan walau dipaksakan kita takkan menjadi orang lain selamanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ddwijono</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-67</link>
		<dc:creator>ddwijono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 14:27:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-67</guid>
		<description>Sakit juga merupakan bentuk sapaan sayang dari Maha Pencipta. Mudah-mudahan Ibunda cepat sembuh Bung.
=================
Amien Ya Rabbal Alamin, Terima kasih,  P. DD atas perhatiannya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sakit juga merupakan bentuk sapaan sayang dari Maha Pencipta. Mudah-mudahan Ibunda cepat sembuh Bung.<br />
=================<br />
Amien Ya Rabbal Alamin, Terima kasih,  P. DD atas perhatiannya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fifi</title>
		<link>http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-66</link>
		<dc:creator>Fifi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 17:04:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andimujahidin.com/2008/03/22/surga-di-telapak-kaki-ibu/#comment-66</guid>
		<description>smoga nenek cepat sembuh ya pak.. :)
============
Amien ...Tks Fi ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>smoga nenek cepat sembuh ya pak.. <img src='http://www.andimujahidin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
============<br />
Amien &#8230;Tks Fi &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
