Corporate Sufi : Memetik Mutiara
5 April 2008
under: Leadership
Setelah melihat bentuk, kau tak mengerti artinya. Jika kau bijak, ambil mutiara dari cangkangnya.
Spiritualitas bersifat esoterik, bukan eksoterik. Dia bukanlah apa yang tampak namun apa yang tersembunyi. Kacang kenari mempunyai kulit luar, biji di dalamnya dan minyak. Cangkang luarnya melambangkan eksoterik; biji, eksoterik, dan minyak intisari yang meresapi keseluruhan kacang kenari itu. Para sufi fokus pada eksoterik, pada esensi yang tersembunyi. Mereka mengintegrasikan eksoterik, apa yang tampak dari luar, dengan eksoterik, apa yang terkandung di dalam.
Perhatikan jiwa korporat, mengapa dia ada, apa tujuan sebenarnya. Kita harus tanyakan diri kita sendiri apa alasan sebenarnya untuk melakukan pekerjaan yang kita kerjakan. Memahami fakta penting ini memberi kejelasan. Banyak kesulitan yang dihadapi oleh korporat muncul dari kurangnya kejelasan.
Sebagai anggota masyarakat bisnis, ketika memiliki kejelasan yang penuh, kita bisa mengatasi isu-isu kecil yang menghabiskan energi kita. Seperti yang dikatakan oleh J.C. Penny, “Huruf membunuh, jiwa memberi hidup.” Jiwa adalah esensi, selebihnya hanya embel-embel. Jangan puas dengan cangkang, tetapi petik mutiaranya.




