Dunia dan Akhirat
30 August 2008
under: Mutiara Hikmah
Semalam aku susah sekali tidur *banyak nyamuk kalee* … perasaanku gelisah terus. Akhirnya kucoba untuk memejamkan mata, sambil terus berusaha untuk menghubungi guruku. Aku ingin berdialog dengan guruku secara imajiner, dan akhirnya kami terhubungkan. Aku bayangkan guruku sedang duduk disebuah bale, dan akupun segera menghampirinya dan bertanya :
“Guru … lebih baik mana orang yang mengejar Akhirat dengan orang yang mengejar dunia?.”
Kemudian guruku menjawab dengan perumpamaan :, ” Jika kita menanam padi, maka mau tidak mau rumput akan tumbuh diantaranya, tapi jika kita menanam rumput jangan berharap padi akan tumbuh diantaranya.”
Aku pun terkesima mendengar jawaban guruku, kemudian aku bertanya lagi :” Guru, sekarang ini banyak orang mengejar harta, jabatan dan sebagainya dengan menghalalkan segala cara, menurut guru bagaimana ?”. Guruku tersenyum *gila teduh banget senyuman guruku he3* dan berkata: ” Nak andi, mungkin menurutmu harta yang kamu tumpuk banyak-banyak disakumu akan menjamin kesejahteraanmu di hari esok, tapi kamu tak sadar bahwa tumpukan hartamu itu akan menutupi mata dan hatimu, sampai-sampai kamu tak sadar bahwa orang-orang disekelilingmu meronta-ronta dibawah tumpukan sakumu.”
Aku tertegun, namun belum belum sempat aku bertanya lagi *kayanya guruku tau tuh kalo aku mo nanya lagi he3*, guruku segera melanjutkan : ” Nak andi, akan berbeda manfaat antara harta yang digenggam orang bijak dengan harta yang digenggam orang dungu …”
Aku semakin tertarik, namun hari telah menjelang dini hari dan aku pun pamit pada guruku, sambil aku berkata dalam hatiku : *Dahulu aku mengira uang mampu membeli segalanya, tapi kini aku sadar bahwa uang tak mampu membeli ketenangan dan kebahagiaan walau harga diri dan kesucian tunduk kepadanya*.










#1 Mama Shasa on 30 August 2008 9:21 pm
Poatingan Om andy selalu sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga..
makasih ya om.. postingannya bisa jadi pencerahan..
=================
Makasih ma, mudah2an bermanfaat buat kita semua …
#2 Masenchipz on 30 August 2008 10:01 pm
manfaat antara harta yang digenggam orang bijak dengan
harta yang digenggam orang dungu … orang dungu?
kayaknya terdengar kasar sih om… mungkin lebih enak..
manfaat antara harta yang digenggam orang bijak dengan
harta yang digenggam orang milcost …
====================
Iya CAS, sengaja diberi perumpaan dan kata yang eksrem,
biar tersentak dikit …he3
Tks CAS
#3 ceritasenja on 30 August 2008 10:41 pm
wah, saya degdegan bacanya, apalagi tentang
filosofi padi dan rumput itu…hwaaaa
==================
Abang kasih air putih nih, biar tenang he3 ..
#4 gadis rantau on 31 August 2008 12:07 am
jadi intinya abang harus membagi2kan tumpukan uang dibawah bantal itu khan?
kebetulan nih, aku sedang nyari donatur buat bayarin telepon bang. *nodong,he..he…*
==========================
Huhhhh … *sini no rekeningnya* ….
Abang transfer sama bantalnya sekalian ha ha ha
#5 wendra on 31 August 2008 12:08 am
Uang tak mampu membeli ketenangan dan kebahagiaan
walau harga diri dan kesucian tunduk kepadanya.
Setuju banget ama kalimat ini bang.. seperti yg abang bilang,
uang sudah menjadi Tuhan di dunia selain kekuasaan.
Entah kapan kesadaran ini akan muncul di benak setiap manusia..
Maka, jadilah Tuhan utk diri sendiri…
========================
Yups ….bener wen …
Orang2 yang bertuhankan harta akan sulit dinasehati, karena
ia merasa menajdi orang yang paling benar dan pintar ….
#6 Blogger Addicter on 31 August 2008 12:43 am
bang..nambah ilmu saya nie bang..sekarang bang andi ngejar apa yah..??
sampingan musti kudu ada atuhhh bang..jgn sampe ga ada..biar bs tetep lancar..
salut bang..saya doakan..sukses buat bang andi yah..:)
=====================
Ha ha ha … Iya dong ….sampingan harus ada, asal tidak membabi buta aja …
Cukuplah memenuhi “Need” kita aja, jangan kita mau memenuhi “Want” nya …
“Want” itu pasti gak ada batasnya … Tks kang …
#7 Father of Three on 31 August 2008 2:05 am
kok susah-susah mengundang saye dalam wawancara imajiner segale?
tinggal telpon jak bah, pasti saye angkat.. hehehe…
becanda om!!! mohon maaf lahir dan bathin ye… menjelang puase…
saatnye berhenti merokok. hahaha…
kalok siang dah tahan… masak malam ndak tahan juga?
peace.
==================
ha ha ha iye bud …. Mulai senen stoppppp ….
#8 enhal on 31 August 2008 2:16 am
Bang sangat dalam sekali makna tulisan abang ini..saya hanya bisa tertegun
================
Yachhhh … iya kang enhal *sambil menhela napas panjang* ….
#9 oeoes on 31 August 2008 3:08 am
kang makasih atas pencerahannya, betul bang uang tak mampu membeli
ketenangan dan kebahagiaan walau harga diri dan kesucian tunduk kepadanya.
==================
Iya pak Ustadz … inilah fenomena yang ada …*nelongso aku* he3 …
#10 Bani on 31 August 2008 9:07 am
Waaahhhhh bang Mantap bang…. bener tuh….
uang tak mampu membeli ketenangan dan kebahagiaan
walau harga diri dan kesucian tunduk kepadanya!!!!!
saya mau donk ketemu guru nya Bang Andi,,,
ntar malem ya BAng, abis tarawih saya berimajinasi,he,he,he
==================
oke tar malam abang coba kontak lagi guru abang ha ha ha
#11 fajar on 31 August 2008 4:04 pm
uang tak mampu membeli ketenangan dan kebahagiaan
walau harga diri dan kesucian tunduk kepadanya!!!!!
setuju bang, tapi kalo pas tanggal muda terkadang lain rasanya bang
(curhat :D)
::Kabuuurr::
==============
ya anakku, kalo pas tanggal muda berhematlah, jangan sampai kalap
ha ha ha ….
#12 aha on 31 August 2008 5:31 pm
menurutku emang uang bukan segalanya..tapi uang itu utama juga..
jadi kita harus jadi orang kaya..he2 sodaqoh aja perlu uang..
kita kaya berarti bisa membantu dengan ringan.
======================
bener sekali kang …. sangat benar he3 ….
Kita sangat perlu dengan uang atau harta, asalkan didapat dengan
cara-cara yang wajar … karena apa? karena harta yang diperoleh
atau terkumpul dari ketidakwajaran, maka akan habis dengan
ketidakwajaran juga …
Satu hal lagi, menurut abang kalo kita sedekah itu gak harus nungguin kaya …
Biar sedikit asal Ikhlas dan tak seorangpun yang tahu …
Untuk apa sedekah banyak, trs diumumkan dikoran ???
Oke, thanks …
#13 mochal on 31 August 2008 6:55 pm
Dialog yang sangat dalam bang, apalagi yang rumput sama padi itu…..
terimaksih untuk sharing ilmunya.. sekalian mau minta maaf mau bulan Ramadhan..
mohon maaf lahir dan bathin…
=============
Sama2 Chal … abang minta maaf juga, met berpuasa yach ….
#14 Rita on 1 September 2008 9:13 am
Kalau kata guruku bang, Barang siapa yang mengejar dunia akan mendapatkan dunia, yang mengejar akhirat, mendapatkan dunia dan akhirat. Namun megejar akhirat dengan pengertian yang sebenar2nya. Manusia juga sebaiknya tau kalau masih berada di dunia berarti perlu makan untuk bertahan hidup dan bersosialisasi (hablumminannaas).
Ada saja orang2 yg mengartikan mendapatkan akhirat yaitu melulu sibuk di mesjid, ceramah sana-sini, tidak lagi mementingkan pekerjaan sementara memiliki keluarga, punya beberapa anak yg butuh tidak sedikit biaya pedidikan, yang ada dibenaknya hanyalah aktivitas keagamaan, sehingga lupa bahwa perhatian buat keluaragnya juga termasuk da’wah. Akhirnya Da’wah jalan terus namun keluarganya berantakan.
Adalagi yang entah gimana pemahaman mereka sehingga mereka segerombolan orang2 yg hanya mau tinggal dimesjid, Akhirnya Ayahku menasehati mereka untuk segera meninggalkan area itu krna sudah mengganggu ketenangan mesjid. ini terjadi di BELITUNG. Mengejar akhirat namun tidak lupa bahwa masih butuh energi untuk memijakkan kaki di dunia ini.
===================
Bener sekali mbak Rita. itulah filosofi dari padi dan rumput … Kok sama ya, ayah saya juga melakukan hal seperti itu, dengan halus dia menyuruh mereka meninggalkan mesjid yang terletak tak jauh dari rumah kami …
Ya BELITUNG, saya tau belitung …hmmm
#15 Rita on 1 September 2008 9:41 am
Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan nan penuh ampunan, semoga segala amal ibadah kita diterima dan disempurnahkan oleh Allah SWT, amien. Mohon maaf lahir dan batin. fr, Rita and Fam.
========================
Sama2 mbak, mohon maaf lahir bathin juga …met berpuasa …
#16 caroline on 1 September 2008 12:13 pm
dalem banget nih, bang!!
aku juga setuju klo idup itu kudu seimbang kerna keluarga, istri dan anak juga titipan Tuhan yang kudu dirawat dan dikasihi. boong banget klo kita bilang kita mencintai Tuhan yang ga keliatan sementara kita ga bisa mencintai orang2 terdekat kita, yang jelas2 keliatan. ya kan, bang?
btw, kesian yang pada ketiban saku abang tuh… isi sakunya dipindahin ke sini aja, bang! *kedipkedip minta ditonjok*
======================
Hue he he bener tuhh …tp yang kantong ini dipertimbangkan dulu yach ….hiiii
#17 Ani on 1 September 2008 12:38 pm
Mungkin seperti halnya kalimat ini ya ” carilah kehidupan duniamu seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun lagi, tapi beribadahlah kamu seolah-olah besok kamu akan mati”. Mencari harta perlu, tapi bagaimana kita mempergunakannya untuk mencari pahala sbg bekal ke akhirat, mungkin itu lebih penting.
=========================
yup benr sekali tuh … gak apa apa kita menumpuk harta, asal digunakan untuk kemaslahatan umat …
#18 bintang on 1 September 2008 8:00 pm
damai banget baca postingan bang andi
===============
Mudah2an bermanfaat yach …
#19 Lyla on 2 September 2008 8:12 am
Emang harta dan tahta ukan segalanya tapi akhirat yang paling penting.
Btw nyamuk2nya nakal ya bang hehehe…
==============
Hmmm ..sebenarnya gpp, harta penting juga, tinggal penggunaannya untuk apa …
#20 bani risset on 2 September 2008 11:44 am
Pencerahan begini yang sedang saya butuhin..
Ngeresep uy…
=====================
Tks Ban, mudah2an bermanfaat yach ….
#21 gus on 2 September 2008 1:00 pm
ga jadi komen serius. jovie bikin ulah tuh Bang…..
==============
he he he oke deh kang …
#22 adel on 2 September 2008 2:53 pm
phuiih adem klo maen kesini… yup ‘tul “kebahagiaan nga pernah didapat dari uang”
btw, jadi selama ini abang maen silat juga yah??? *banyak nyamuk* hehehe…
===============================
he he he … iya nyamuk tuh ikutan aja …
#23 nandien on 3 September 2008 3:44 am
hmmm,jadi ingat bahwa pernah saya dan keluarga dilecehkan hanya krn dianggap tidak setara dengan suatu keluarga. saat itu saya sempat marah dan berpikir bahwa, “u’ll see someday i’ll become more rich than u and when d time is come, what will u do?!”
saya pun belajar dengan sekuat tenaga bahkan sometimes di luar batas, tapi ternyata hal itu bukan jaminan. harta yg saya dapat tidak memberi ketenangan. maka saya belajar untuk ikhlas dan berbagi (walau sampai sekarang masih jauuuuhhhh banget dari kesempurnaan, masih harus banyak belajar), tapi at least saya lebih tenang dan dapat membuat orang lain tersenyum.
–> hargailah dirimu sebelum kamu ingin orang lain menghargaimu, dan itu bukan hanya dilihat dariharta semata.
==========================
Bener dek … buatlah orang lain tersenyum, maka malaikat pun akan bertasbih …
#24 Shireishou on 3 September 2008 4:37 pm
Iyah…. dan jangan lupa Zakat. Wajib ituh. Suka lupa kadang. apalagi freelancer jobs kayak aku (kudu buat list daftar zakat bulanannya)beda2 sih pendapatan perbulan ahaha
Btw knapa ga pake plugin Briant threated comment for reply? Enak yg di reply commentnya bs tau dan ga perlu ganti/edit komen org. Pake wordpress kan?
=============
he3 …iya tuhh ..dah nyobain 2x gak bisa2, tar dicoba lagi yach …
#25 Elsa on 3 September 2008 6:22 pm
wah Bang Andy, kalo udah gak mau lagi sama harta yang ditumpuk banyak2 di sakunya Bang Andy…
hehehehee… kalo udah gak mau lagi, buat aku aja… hehehehehehehe……
kan sayang kalo di buang…..
kecuali kalo emang mau dibelanjakan di jalan Allah.misalnya zakat, sedekah….. hibah…
hibah ke Elsa aja! hehehehehe (duh, matrenya!!!)
================
ha ha ha ..iya bener ..dah berat nih kantong …tar ya dihibah aja ke elsa he he
tapi abang tanya “guru” abang dulu yach ….
#26 elkaes on 3 September 2008 7:07 pm
Bang Uang gak membeli ketenangan… tapi kalo gak punya uang gak tenang juga hayoo gimana Bang, kalo gak punya uang akhirnya orang jadi menindas orang lain juga kek yg suka nyemprit2 tuh hihihi ato yg suka minta uang di bus yg ngaku2 lepas dari penjara huehue….
==============
Wah terus terang aja kalo ngomong, yang nyemprit2 tuh siapa hayoo ..he3, iya boleh aja tapi gunakan dijalan yang benar, terus nyarinya wajar … kalo kaya di Kejaksaan Agung itu gimana hayooo … mau gak?
#27 yaqon on 4 September 2008 12:31 pm
kata hikmah selalu menyejukkan…kita
===============
Tks yach ..iya tuh …moga bermanfaat
#28 bunda rie on 4 September 2008 1:48 pm
betul bang..bunda 1000% mendukung, uang bukan segalanya dan bunda merasakannya sendiri..ceile pengalaman pribadi nih ye…
==================
He3 …. gpp bunda, pengalaman pribadi yang membawa hikmah …bener gak? btw oleh2 jangan lupa yach, gak pake DP lagu he3