Konsep Subnet Mask
Written on October 26, 2008 – 1:39 am | by admin
Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
- Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
- Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Representasi Subnet Mask
Ada dua metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan subnet mask, yakni:
- Notasi Desimal Bertitik
- Notasi Panjang Prefiks Jaringan
Desimal Bertitik
Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.
Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke alam beberapa subnet. Tabel di bawah ini menyebutkan beberapa subnet mask default dengan menggunakan notasi desimal bertitik. Formatnya adalah:
<alamat IP www.xxx.yyy.zzz>, <subnet mask www.xxx.yyy.zzz> |
|
Kelas alamat |
Subnet mask ( Biner ) |
Subnet mask (Desimal) |
|
Kelas A |
11111111.00000000.00000000.00000000 |
255.0.0.0 |
|
Kelas B |
11111111.11111111.00000000.00000000 |
255.255.0.0 |
|
Kelas C |
11111111.11111111.11111111.00000000 |
255.255.255.0 |
Perlu diingat, bahwa nilai subnet mask default di atas dapat dikustomisasi oleh administrator jaringan, saat melakukan proses pembagian jaringan (subnetting atau supernetting). Sebagai contoh, alamat 138.96.58.0 merupakan sebuah network identifier dari kelas B yang telah dibagi ke beberapa subnet dengan menggunakan bilangan 8-bit. Kedelapan bit tersebut yang digunakan sebagai host identifier akan digunakan untuk menampilkan network identifier yang telah dibagi ke dalam subnet. Subnet yang digunakan adalah total 24 bit sisanya (255.255.255.0) yang dapat digunakan untuk mendefinisikan custom network identifier. Network identifier yang telah di-subnet-kan tersebut serta subnet mask yang digunakannya selanjutnya akan ditampilkan dengan menggunakan notasi sebagai berikut:
138.96.58.0, 255.255.255.0 |
Representasi panjang prefiks (prefix length) dari sebuah subnet mask
Karena bit-bit network identifier harus selalu dipilih di dalam sebuah bentuk yang berdekatan dari bit-bit ordo tinggi, maka ada sebuah cara yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi network prefix seperti tercantum di dalam tabel di bawah ini. Notasi network prefix juga dikenal dengan sebutan notasi Classless Inter-Domain Routing (CIDR) yang didefinisikan di dalam RFC 1519. Formatnya adalah sebagai berikut:
/<jumlah bit yang digunakan sebagai network identifier> |
| Kelas alamat | Subnet mask (Biner) | Subnet mask
(Desimal) |
Prefix Length |
|
Kelas A |
11111111.00000000.00000000.00000000 |
255.0.0.0 |
/8 |
|
Kelas B |
11111111.11111111.00000000.00000000 |
255.255.0.0 |
/16 |
|
Kelas C |
11111111.11111111.11111111.00000000 |
255.255.255.0 |
/24 |
Sebagai contoh, network identifier kelas B dari 138.96.0.0 yang memiliki subnet mask 255.255.0.0 dapat direpresentasikan di dalam notasi prefix length sebagai 138.96.0.0/16.
Karena semua host yang berada di dalam jaringan yang sama menggunakan network identifier yang sama, maka semua host yang berada di dalam jaringan yang sama harus menggunakan network identifier yang sama yang didefinisikan oleh subnet mask yang sama pula. Sebagai contoh, notasi 138.23.0.0/16 tidaklah sama dengan notasi 138.23.0.0/24, dan kedua jaringan tersebut tidak berada di dalam ruang alamat yang sama. Network identifier 138.23.0.0/16 memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.255.254; sedangkan network identifier 138.23.0.0/24 hanya memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.0.254.











19 Responses to “Konsep Subnet Mask”
By oeoes on Oct 26, 2008 | Reply
asik akhirnya dah keluar tentang konsep subnet-mask, kutunggu pelajaran selanjutnya
By harry on Oct 26, 2008 | Reply
wah bang hebat bener….pengen bisa….bang
By gadis lugu on Oct 26, 2008 | Reply
Masih oon and blo’on,gaptek klas kakap…
gadis lugu hanya acungkan jempol 4 buat bang andi
gk pa2 yg penting bisa coment yg ke2 walau gk nymbung dgn meterinya….hheee(*mode menghiburdiri on*)
By Bani on Oct 26, 2008 | Reply
Wah yang ini pelajaran berharga…
yang lebih banyak lagi ya Bang….
he,he
By Blogger Addicter on Oct 26, 2008 | Reply
ga perlu diragukan lagi untuk postingan suhu dan master networking yang satu ini..pasti berguna pokoknya..harus bisa curi ilmunya abang dikit neh..wekekek
okeh bang..tak save juga yg ini..ntar mo baca pelan2 biar ngerti konsepnya..
skali lg..makasih byk sharing info dan ilmunya nie suhuuuuu…
top markotop..sip markosippp..:)
By Mahardika on Oct 27, 2008 | Reply
Gimana caranya nyeting Subnet pada RS232 connection mas? Coz pada default setting nya 255.255.255.255. Artinya, IP address nya tunggal dan ga bisa diaplikasikan ke dalam komunikasi point to multipoint. Saya ingin membuat subnet nya menjadi 255.255.255.0. Bagaimana caranya?
Thank’s….
By abang on Oct 28, 2008 | Reply
Reply :
@Oeoes : Iya kang, saya juga belum khatam nih …
@Harry : Yuk kita belajar sama-sama har
@Gadis Lugu : Gpp, memang kita harus banyak belajar kok ..
@Bani : Oke ban, tunggu aja postingan berikutnya ..
@Blogger Addicter : Gubraxxx … sy disebut suhu ha ha *jadi malu nih*
@Mahardika : Sebenarnya 255.255.255.255 bisa saja berkomunikasi dengan yang lain, namun harus dengan perantaraan router, karena kita tidak bisa mengubah subnet mask nya. Kalau tidak bisa dirubah, kita tidak memerlukan router 255.255.255.0
Thanks mas .. Good Question …!!!
By adel on Oct 28, 2008 | Reply
Mav ni nyampah lagi..komen borongan,kyak postingnya..tp,Tetep aja ga mudeng..hehe..saya perlu belajar yg lebih dasarny lagi..banyak angka2,tp,ga ada rugi/labany nieh..hehe
By enhal on Oct 31, 2008 | Reply
keyeeeeeeeen abang…menarik penjelasannya abang…hehehehe, suka deh
By abang on Nov 3, 2008 | Reply
Replay:
@Adel : duhhh … tar lama2 mudeng juga hue he he
@Enhal : Makasih kang, mudah-mudahan bermanfaat yach …
By atna on Jan 20, 2009 | Reply
makasih y berkat artikel ni ku bsa ngerjain tugas ku…………. makasih bwanget yawwwww
By daud on Mar 24, 2009 | Reply
gmn menentukan subnet mask dan tabel subnet
1. NA 192.168.0.0 sedangkan jumlah host persubnet 1300
2. NA 202.111.0.0 sedangkan jumlah host persubnet 3600
By gnuga on May 2, 2009 | Reply
nice info..
Do you learn this from CISCO?
By red-A on May 4, 2009 | Reply
kk saya mw tanya….
berapa julah host dari kelas D dan E ?????
By Mick on Jun 2, 2009 | Reply
?Hey there well i have been looking for this info for a long time it really helpedme run my business better.
By Mochamad Abid H on Oct 17, 2009 | Reply
Uwh yaw, makasih buangets insformasinxa. about IP i can understanding. Thanks …………….
By ana on Mar 2, 2010 | Reply
sekalian dikasih cara menentukan hostny donk……………..!!!!!!!!!!!!
makasih………..
By aa on May 24, 2010 | Reply
“notasi 138.23.0.0/16 tidaklah sama dengan notasi 138.23.0.0/24, dan kedua jaringan tersebut tidak berada di dalam ruang alamat yang sama.
Network identifier 138.23.0.0/16 memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.255.254; sedangkan network identifier 138.23.0.0/24 hanya memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.0.254 ”
Coba deh itung lagi, bener ngga kalimat tersebut.
Kalo ada IP
138.23.0.2/24
sama ada IP
138.23.0.3/16
Apa gara gara Subnet masknya ngga sama, ngga bisa terhubung ?
Wah, anda telah melakukan pembelajaran yang salah nih tentang subnet mask.
Mohon anda mengerti dulu sebelum anda memposting sesuatu.
By abang on Jun 27, 2010 | Reply
@aa :
Diskusi yang tidak memberi link yg jelas tidak akan dilayani …