Mengenal Pasar Modal, Saham & Obligasi
Written on December 10, 2009 – 1:51 pm | by admin
Job review lagi sepi nih, yang ada juga belum dibayar-bayar, mendingan kita main saham aja, lumayan pendapatan real time, gak pake mikir buat nulis review, tinggal analisa dikit, klik ‘BUY’ atau ‘SELL’ kemudian tunggu selisih harganya, kalo naik jual .. gampang kan ..? he3. Ada 2 tempat main saham online yang bagus dan terpercaya yaitu : danareksa online dan etrading securities. Saya dah 5 bulan lebih ikut main disini. Namun sebelumnya, mari kita belajar dulu tentang pasar modal, saham dan obligasi. Binatang apa sih sebenarnya ?
Pasar Modal
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”.
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.
Saham
Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:
1. Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.
Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham – atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.
2. Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.
Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:
1. Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
2. Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.
Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.
Obligasi
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
Jenis Obligasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia :
- Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.
- Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.
- Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil, baik corporate bonds maupun government bonds.
Karakteristik Obligasi :
- Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.
- Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
- Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi Kupon / bunga nya.
- Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko / kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.
Harga Obligasi
Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.
Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu:
- Par (nilai Pari) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.
- at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta.
- at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta.
=====================
Referensi :
Indonesia Stock Exchange, BEI
PT Danareksa (Persero)
Etrading Securities
Tags: Capital Gain, Obligasi, Pasar Modal, Saham




20 Responses to “Mengenal Pasar Modal, Saham & Obligasi”
By JR on Dec 10, 2009 | Reply
wakh lengkap sekali pelajaran sahamnya bang…hhmmmm jadi pengen ikutan nih….
By harry seenthing on Dec 10, 2009 | Reply
wakh aku gag pernah ikut saham bang…hanya tau dikit
By mamah aline on Dec 10, 2009 | Reply
pengertiannya sangat bagus nih buat pelajaran, tapi katanya banyak juga yang jatuh bangun ya kalo di saham. bener gag sih?
By abang on Dec 10, 2009 | Reply
@harry : ya belajar lah he3, Alhamdulillah Lumayan hari ini dapat 1.100.000,-
@mamah Aline (Harry) : Gubrakk he3, Benar, makanya kita main save aja, pilih saham2 yang memiliki liquiditas tinggi (Saham yang masuk daftar LQ45)
@JR (Harry) : Halahhhh ..ayukkk mainnnnn ‘BUY. and ‘SELL’ hue he
By indra putu achyar on Dec 10, 2009 | Reply
wahhhh gag ngerti aku main gituan bang , , , ,
By abang on Dec 10, 2009 | Reply
@Indra: Ya makanya belajar, tar juga bisa hue he
By nuansa pena on Dec 10, 2009 | Reply
Belajar dulu, maklum belum mengerti!
By Erik on Dec 10, 2009 | Reply
Uraiannya lengkap bang, bagus buat yang mau belajar investasi di saham dan obligasi
Saya pernah ikutan yang forexnya bang.
By bundarie on Dec 11, 2009 | Reply
duh… kok banyak banget bahasa yang bunda gak ngerti a..dasar gaptek nich bunda hi.hi
By abang on Dec 11, 2009 | Reply
Reply :
@Nuansa pena: oke, silahkan belajar aja dulu pasti bisa
@Erik : Ya mirip2 juga kang erik
@Bundarie: ya tar lama2 juga terbiasa he3
By munir ardi on Dec 11, 2009 | Reply
busyet lengkap sekali bimbingan sahamnya
By munir ardi on Dec 11, 2009 | Reply
busyet menggiurkan yah tapi mesti baca baik-baik dulu aturan dan penjelasannya
By munir ardi on Dec 11, 2009 | Reply
make apa bang bayarnya
By rangga aditya on Dec 12, 2009 | Reply
waduh, dapat 2 sks nich dari bang andy
lengkap sekali bang! tenkyu atas infonya. tak buk mak yah!
By Adrie on Dec 12, 2009 | Reply
Wahh..info mantaf nih. Makasih ya..
By Anuh on Dec 12, 2009 | Reply
Ikutan ah..tapi kudu belajar dulu nih..
By Munir ardi on Dec 13, 2009 | Reply
Ada nggak bang link yang mesti didatangi jika ingin ikut main saham
By abang on Dec 14, 2009 | Reply
Reply :
@Munir : ya pake duit lah Nir ha ha
Link buat main saham ada tuh Nir di alinea pertama itu http://www.etrading.co.id dan http://www.danareksa.com, silahkan aja dibaca-baca disitu
@Adrie : yup sama2 dri
@Bang Anuh : Ya silahkan dibaca-baca bang anuh …
By tuna on Jan 11, 2010 | Reply
hai… mw tanya nich bang…. punya data tentang peringkat obligasi perusahaan manufaktur g?
By abang on Jan 12, 2010 | Reply
@Tuna : Punya, mo perusahaan apa aja?