Hubungan Etika Komunikasi dengan Reputasi Perusahaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”[1]. Adapun yang dimaksud dengan komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)[2].

Menurut paradigma Lasswell, proses komunikasi adalah proses dimana pihak komunikator membentuk pesan dan menyampaikannya melalui saluran tertentu kepada pihak penerima sehingga menimbulkan efek tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etika komunikasi adalah nilai-nilai yang terkandung dalam seperangkat aturan atau norma yang  mengatur perilaku manusia dalam menyampaikan pesan antara yang satu dengan yang lain demi terwujudnya kepentingan bersama.

Menurut Muslim Basya[3], bagi suatu perusahaan, reputasi merupakan intangible asset (asset yang tak terlihat) yang sangat strategis dan bersifat dinamis mengikuti identitas, citra, dan strategi bisnis yang ditetapkan oleh perusahaan guna mencapai target kinerja yang diinginkan.Reputasi  perusahaan juga dapat diartikan dengan membangun persepsi orang lain/publik tentang sebuah perusahaan. Persepsi ini bisa berbentuk positif, dan bisa juga negatif tergantung dari pengalaman dan interaksi orang lain/publik  dengan perusahaan tersebut, sehingga dibutuhkan strategi-strategi yang tepat sasaran untuk mencapai reputasi yang baik. Hal yang tidak kalah pentingnya setelah mencapai reputasi yang baik yaitu memelihara dan mengelola reputasi perusahaan yang baik tersebut. Memanajemen reputasi perusahaan termasuk aset utama sebuah perusahaan karena reputasi perusahaan yang baik akan membuahkan hasil (return) yang besar di masa mendatang. Oleh karenanya, sangat penting untuk memiliki pemahaman tentang bagaimana cara membangun dan mempertahankan reputasi perusahaan yang positif.

Berkaitan dengan perusahaan, maka etika komunikasi mencakup tatanan nilai moral dan standar-standar perilaku yang harus diikuti oleh para pelaku bisnis sewaktu mereka membuat keputusan dan memecahkan masalah. Untuk menentukan hal mana yang etis atau tidak, bukanlah hal yang mudah bagi perusahaan sebagai perilaku bisnis, Jika mereka bersikap kurang etis maka mereka dapat merusak reputasi perusahaan.Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk menjalankan kode etik secara wajar dan konsisten. Adapun yang dimaksud dengan kode etik yaitu pernyataan tertulis mengenai standar perilaku dan prinsip-prinsip etis yang diharapkan perusahaan dari karyawan.

Etika komunikasi dalam perusahaan juga melibatkan banyak elemen yang sangat kompleks termasuk masyarakat. Kompleksitas ini bukanlah hal yang bertentangan. Sebuah perusahaan terdiri dari individu yang memiliki karakter berbeda-beda. Untuk membangun kepercayaan sesama anggota, termasuk tidak saling menyakiti dan berlaku adil, maka diperlukan adaya kejujuran dalam etika komunikasi. Sebuah kepercayaan diantara para partisipan komunikasi, sikap keterbukaan terhadap perubahan terutama perubahan positif, tanpa kekerasan, dan empati merupakan perilaku etis yang dapat menentukan kesuksesan perusahaan. Etika komunikasi dalam menjaga reputasi perusahaan merupakan suatu hal yang harus sangat diperhatikan.

Menurut survei yang dimuat dalam Corporate Reputation Watch 2002, ada tiga penyebab ancaman dalam reputasi:

  1. Kritik terhadap perusahaan atau produk yang disampaikan melalui media cetak atau media penyiaran (dianggap sebagai ancaman paling utama)
  2. Bencana yang menggangu produksi
  3. Tuduhan dari kelompok kepentingan atau pelanggan tentang keamanan produk

Kesimpulan yang dapat diambil adalah etika komunikasi perlu senantiasa di perhatikan dalam menjaga reputasi perusahaan karena tindakan-tindakan bisnis yang tidak sejalan dengan etika komunikasi akan berakibat fatal terhadap reputasi perusahaan. Untuk mendapatkan dan mempertahankan reputasi perusahaan yang baik, pihak perusahaan perlu menerapkan strategi-strategi komunikasi yang tepat sehingga mereka akan memperoleh kepercayaan dari public dan perusahaan akan berjalan dengan baik.

[1]Maryani,Tdan U.Ludigdo.2001.Survei Atas Faktor-Faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku etis akuntan.TEMA. Volume II,Nomor 1, Maret, p. 49-62

[2]Effendi, OnongUchjana, Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung : Remaja Pengantar Ilmukomunikasi, Jakarta : Grasindo Rosdakarya

[3]KetuaUmum BPP Perhumas Indonesia


Share/Bookmark this!

Add comment